Sabtu, 24 Juni 2017

Resep Puto (Makanan Khas Filipina)



Related imagefoto : globalpinoyonline.wordpress.com

Dulu, sempat ada tugas presentasi tentang makanan Filipina. Salah satu makanan yang Safina presentasiin adalah puto. Puto adalah kue beras dari Filipina yang sering dimakan saat sarapan. Safina jadi tertarik bikin makanan itu, jadi dicari resepnya. Nah, kali ini, Safina mau bagi-bagi resepnya. Nih…

Bahan
«  4 cangkir tepung beras
«  2 1/2 sendok makan soda kue
«  2 cangkir gula
«  1 butir telur
«  2 cangkir santan kelapa
«  1/2 cangkir butter yang dilelehkan
«  2 1/2 cangkir air
«  Keju
«  Pewarna makanan (terserah mau pakai atau nggak)

Langkah-langkah

1.      Ayak tepung beras, soda kue, dan gula hingga rata.
2.      Tambahkan telur, santan, butter, dan air. Campurkan hingga rata.
3.      Kalau mau warna-warni, bagi adonannya menjadi 4 bagian. Sebenarnya, nggak harus 4 bagian juga. Waktu itu, Safina cuma 3 bagian karena pewarnanya cuma 2. Teteskan pewarna makanan ke 3 bagian(kalau kalian membagi jadi 4 bagian. Pokoknya sisain 1 bagian). Sisain satu bagian tanpa warna. Tapi ini terserah, sih. Kalau kalian mau semuanya berwarna, ya nggak apa-apa.
4.      Tuangkan adonan ke cetakan cupcake. Nggak usah sampai penuh, sisain sedikit tempat aja.
5.      Potong keju menjadi kotak-kotak. Kecil-kecil aja. Lalu, letakkan di atas adonan.
6.      Kukus selama 20 menit. Jangan asal-asalan aja, karena waktu itu, adik Safina ngukusnya kecepetan, jadi kurang matang dan rasanya nggak enak banget.
7.      Setelah 20 menit, kalau bisa, keluarkan dari panci, pakai kain, biar nggak panas. Tapi, kalau nggak bisa, biarin dulu aja. Kalau rasanya udah nggak panas lagi, keluarin. Terus, keluarkan puto dari cetakan.
8.      Selesai! Sajikan

Tips

«  Kalau nggak ada tepung beras, bisa pakai tepung terigu. Tapi, rasanya nggak akan setradisional yang pakai tepung beras.
«  Kalau nggak ada santan, bisa pakai susu, setengah dari jumlah santan atau 1 cangkir. Tapi, rasanya juga nggak akan setradisional kalau pakai santan.
«  Kalian juga bisa menambahkan satu sendok tepung tapioka biar lebih lengket.
«  Kalau pakai keju cepat leleh, masukkan di akhir proses mengukus saat tersisa 2 menit.
«  Kamu bisa memakan puto dengan menambahkan parutan kelapa di atasnya.

Sebenarnya, Safina baca resep ini di WikiHow, tapi Safina tulis di blog ini dengan bahasa Safina sendiri dan sebagian sesuai ingatan saja. Jadi, mungkin ada kata yang mirip-mirip ya, hehehe.


Baiklah, sampai ketemu lagi di artikel selanjutnya. Selamat mencoba!

Persahabatan di Panti Asuhan

Impian berlibur ke Lombok hanya tinggal khayalan. Aku hanya bisa mengarang cerita tentang itu. Tapi, apakah itu akan membuatku puas? Tentu tidak.
      Sudah lama sekali aku dan teman-teman membuat rencana untuk berwisata ke Lombok. Bahkan kami sudah membuat daftar barang-barang yang harus dibawa dan oleh-oleh yang akan dibeli. Kami sangat ingin pergi ke sana, karena setiap liburan selalu saja berlibur ke tempat yang itu-itu saja. Karena itu, kami pikir Lombok adalah tujuan yang bagus.
      Liburan pun semakin dekat. Hatiku sangat senang. Dan pagi itu, aku menceritakan rencanaku itu pada Ibu.
      Namun, yang dikatakannya adalah, “Kirana, rencanamu bagus. Tapi, maaf, untuk kali ini liburannya ke panti asuhan saja. Ibu sudah merencanakannya sejak dua tahun yang lalu.”
      Panti asuhan? Memangnya untuk apa aku ke sana? Memangnya itu tempat liburan? Kenapa liburannya malah ke sana? Tapi, mau tidak mau aku menurut saja.
      Tadi aku sudah mengabari salah seorang teman. Katanya sih, tidak apa-apa. Tapi dia terlihat kecewa. Katanya, mereka akan tetap pergi ke Lombok, tanpa aku.
      “Kirana, ayo siap-siap!” seru Ibu.
      “Siap-siap?”
      “Iya. Besok, kita akan berangkat ke panti asuhan. Kamu akan menginap di sana selama satu minggu, karena Ibu akan pergi ke luar kota,” jelas Ibu.
      Aku segera berlari menghampiri Ibu. “Tapi, kok Ibu baru bilang sekarang mau ke luar kota? Kenapa Kirana tidak ikut Ibu saja? Atau kenapa Kirana tidak menginap di tempat lain?” tanyaku.
      “Ibu sudah bicara dengan pemilik panti asuhan yang kebetulan adalah teman Ibu. Jangan khawatir, semua orang di sana pasti menyambutmu dengan sukacita. Di sana kamu akan mendapatkan banyak teman,” terang Ibu. “Sekarang masukkan baju-bajumu ke dalam tas. Dan, kalau ada barang-barang yang sudah tidak terpakai, letakkan saja di dalam kardus itu, untuk disumbangkan,” kata Ibu sambil menunjuk sebuah kardus besar di sudut ruang keluarga.
      Aku mengangguk pelan, kemudian berjalan menuju kamar dan memasukkan baju-baju ke dalam tas besar.
* * *
Esoknya, tibalah hari ‘istimewa’ itu. Pagi-pagi sekali, kami sudah berangkat ke panti asuhan. Sesampainya di sana, aku melihat banyak anak-anak yang keluar dari bangunan, tampak bingung melihat kami.
      “Bu Isma, ada siapa itu?” tanya salah seorang anak.
      Kemudian, seorang wanita yang kira-kira berusia 36 tahun, berjalan menghampiri anak itu. “Oh itu Bu Nia dan Kirana!” serunya.
      “Lama tidak bertemu, ya,” kata Ibu sambil mendekati Bu Isma.
      “Bagaimana kabar keluargamu?”
      “Semuanya baik-baik saja. Kirana juga begitu, iya kan Kirana?” Ibu melirikku. Aku mengangguk.
      “Anak-Anak, ini Kirana, teman baru kalian.  Dia akan menginap di sini selama satu pekan. Berteman baik dengannya, ya,” pesan Bu Isma.
      “Iya, Bu…,” jawab anak-anak panti asuhan. Aku memandang mereka satu persatu. Ada yang kelihatannya sebaya denganku, ada juga yang sepertinya lebih muda atau lebih tua.
      Aku menarik lengan baju Ibu. “Ibu, barangnya?” aku mengingatkan.
      “Oh iya!” Ibu langsung kembali ke mobil dan mengambil kardus berisi barang-barang sumbangan.
      “Ini, ada sedikit barang,” kata Ibu.
      “Wah, terima kasih. Ini tidak sedikit, kok,” ucap Bu Isma. “Maaf merepotkan, sebenarnya tidak usah menyumbang.”
      “Tidak apa-apa,” sanggah Ibu.
      Anak-anak itu pun langsung mengerubuti kardus. Bagaikan kerubungan lalat atau gerombolan semut. Mereka sibuk berebut membuka kotak kardus itu. Aku agak kesal melihatnya.
      “Eeh, bilang apa dulu?” seru Bu Isma.
      “Mm, terima kasih, Bu Nia,” kata anak-anak.
      Ibu tersenyum. “Sama-sama.”
      Setelah itu, para anak ‘kampungan’ tadi kembali sibuk bergerombol.
      “Kirana, Ibu pergi dulu, ya. Sudah hampir terlambat,” ucap Ibu. Aku mengangguk. Setelah pamit pada Bu Isma dan anak-anak panti, Ibu langsung menuju mobil dan pergi meninggalkan panti asuhan.
      “Nah, sekarang kita masuk ke dalam,” ajak Bu Isma. Aku masuk dengan sedikit ragu.
      “Bu Isma, ayo kita bagi hadiahnya!” seru anak yang kelihatannya lebih kecil dariku.
      “Iya, tapi, sebelum itu kita kenalan dulu dengan Kak Kirana,” kata Bu Isma. “Ayo membuat lingkaran dan perkenalkan diri kalian satu persatu.”
      Seorang anak perempuan memulai lebih dulu. “Nama saya Rena, saya kelas 5.”
      Huh, kampungan sekali, pakai saya saya segala, pikirku. Sebaya denganku, tapi tubuhnya lebih pendek. Selanjutnya, anak lain memperkenalkan dirinya dan begitu terus sampai anak terakhir.
      “Baiklah, sekarang kalian boleh bagi barang-barangnya. Yang tertib, ya,” ujar Bu Isma. Semuanya bersorak gembira. Aku diam saja, memperhatikan anak-anak itu dengan kesal.
      Sementara itu, Bu Isma mengajakku ke sebuah kamar. “Kirana, ini kamarmu. Kamu boleh istirahat dulu, atau kalau mau bermain dengan teman-teman boleh.”
      Aku mengangguk. “Terima kasih, Bu,” ucapku. Kemudian aku masuk ke kamar dan meletakkan tas. Kamarnya bagus juga. Dindingnya berwarna hijau, kasurnya dilapisi sprei warna pelangi, dan tirainya bermotif kupu-kupu.
      “Huh, bosan,” gerutuku. Karena mengantuk, aku pun berbaring di tempat tidur dan memejamkan mata.
* * *
“Kirana, bangun!” samar-samar, terdengar suara seseorang. Aku membuka mata. Ternyata Rena.
      “Kenapa?” tanyaku.
      “Sudah waktunya makan siang,” jawab Rena.
      “Aku tidak lapar,” kataku. Sebenarnya, aku lapar. Hanya malas saja bertemu dengan mereka.
      “Oh, baiklah. Kalau Kirana nanti mau makan, ke ruang makan saja, ambil makanannya,” ujar Rena, kemudian pergi.
      Aku memutuskan untuk tidak makan siang. Rasanya bosan sekali, seperti di rumah saja. Walaupun desain ruangan di sini bagus. Tapi tetap saja tidak membuatku senang.
      Beberapa jam kemudian, Rena kembali. Aku mulai marah. “Iih, sebenarnya kamu mau apa?”
      “Kirana mau ikut main ke sungai? Di sana pemandangannya indah,” ajak Rena.
      Hmm, sepertinya menarik juga. Mungkin akan menghilangkan rasa bosanku, pikirku. “Ya sudah, aku mau ikut,” kataku.
      Rena pun membawaku ke sungai yang dia maksud. Sesampainya di sana, hmm… memang benar, pemandangannya indah. Airnya jernih, banyak pohon, dan udaranya sejuk. Di sana sudah ada banyak anak panti yang bermain air. Aku mencoba mencelupkan tangan. Segar sekali rasanya. Tiba-tiba saja, entah kenapa, perasaan kesal dan bosanku menghilang.
      “Ayo bermain air bersama kami, Kirana!” ajak Rena dan teman-teman yang lain. Aku mengiyakan dan membuka sepatu, lalu ikut bermain air bersama mereka.
      Aku mencipratkan air pada Rena. Rena membalas dengan percikan air lebih banyak lagi. Anak lain melemparkan air padaku. Aku tertawa dan memercik lagi. Kami bermain dengan gembira.
      Tapi, tiba-tiba, mataku berkunang-kunang. Kepalaku pening. Tubuhku lemas. Lalu, tiba-tiba, semuanya gelap di hadapanku.
* * *
Aku membuka mata. Kurasa, sekarang aku berada di tempat lain. Dinding hijau, tirai motif kupu-kupu, sprei warna-warni… hah, ini kamarku?
      “Kirana! Syukurlah kamu sudah siuman!” seru seseorang. Aku mencoba mengingat-ingat. Oh, itu Bu Isma.
      “Lho? Lho, kok?” aku heran. “Memangnya aku kenapa?”
      “Kamu pingsan saat bermain di sungai. Karena pingsan di sungai, kamu menelan banyak air. Mungkin karena tadi belum makan, jadi pingsan. Untung tadi Rena menyelamatkanmu,” jelas Bu Isma.
      Aku terkejut. “Rena? Di mana dia?” tanyaku.
      “Rena sedang istirahat di kamar sebelah. Dia kedinginan karena tadi sempat terseret arus saat menyelamatkanmu,” jawab Bu Isma.
      “Kenapa dia… ah, sudahlah. Bu Isma, saya ingin bertemu dengan Rena,” kataku. Bu Isma pun mengantarku ke tempat Rena.
      “Rena!” seruku seraya berlari menghampirinya. “Terima kasih sudah menyelamatkanku! Maaf karena sebelumnya aku sudah meremehkanmu, sekarang aku tidak akan begitu lagi!”
      “Tidak apa-apa, kok. Tadi kamu sudah cukup berubah saat bermain di sungai,” sahut Rena.
      Aku berpikir sejenak, kemudian hendak berlari menuju kamar. “Tunggu sebentar!”
      Kemudian, aku kembali dengan membawa satu stel baju. “Ini, pakai saja bajuku,” ujarku.
      “Eh, kok pakai bajumu? Kan aku sudah dapat dari sumbangan!” sanggah Rena.
      “Tidak apa-apa. Ini baju hangat yang nyaman. Supaya kamu tidak kedinginan lagi, pakai saja ini.”
      “Baiklah, terima kasih, Kirana,” ucap Rena sambil menerima baju itu. Aku tersenyum.
      “Oh iya, kapan-kapan kamu boleh kok main ke rumahku,” kataku. “Kamu juga boleh ke sekolahku. Nanti kukenalkan pada teman-teman sekelas.”
      “Wah, terima kasih! Kamu juga bisa mengajak teman-temanmu bermain ke sini.”
      “Kapan saja?” tanyaku.
      “Kapanpun bisa,” jawab Rena, “kecuali saat tengah malam—ya mana mungkin kalian akan ke sini tengah malam?”

      Aku tertawa. Sekarang, rasanya aku tidak mau satu minggu cepat berlalu.[]

Sabtu, 29 April 2017

Makanan Khas Filipina

Postingan pertama, nih. Kali ini, saya mau posting tentang makanan khas Filipina. Waktu SD, ada presentasi untuk ujian praktek sosial dan saya kebagian presentasi tentang makanan khas Filipina. Jadi, saya kumpilin sebanyak-banyaknya artikel tentang masakan Filipina dan akhirnya sekarang jadi numpuk di laptop. Karena itu, saya ingin posting ini aja. Ok, langsung aja ya….

Sejarah dan Pengaruh
Pada dasarnya, masakan Filipina modern sangat dipengaruhi oleh tradisi memasak ala China, Amerika Serikat, Meksiko, dan Spanyol. Ini karena negara-negara tersebut pernah memiliki ikatan sejarah dengan Filipina. Pada tahun 3200 SM, bangsa Austronesia dari China selatan dan Taiwan menetap di wilayah yang sekarang disebut Filipina. Mereka membawa pengetahuan tentang budidaya padi dan praktek pertanian lain yang meningkatkan jumlah dan ragam bahan hidangan yang tersedia untuk memasak. Perdagangan langsung dan pertukaran budaya dengan Hokkien Cina di Filipina pada dinasti Song (960-1279 M) dengan porselen, keramik, dan sutra yang diperdagangkan untuk rempah-rempah. Ini adalah kontak budaya awal dengan China memperkenalkan sejumlah makanan pokok dalam masakan Filipina, terutama toyo atau kecap, tokwa atau tahu, tauge, dan PATI atau kecap ikan.
Seperti kebanyakan negara Asia, makanan pokok di Filipina adalah nasi. Paling sering dikukus dan selalu disajikan dengan daging, ikan dan sayuran. Nasi sisa sering digoreng dengan bawang putih untuk membuat sinangag atau nasi goreng Filipina, yang biasanya disajikan saat sarapan bersama telur goreng. Nasi sering dinikmati dengan saus atau kaldu dari hidangan utama. Di beberapa daerah, nasi dicampur dengan garam, susu kental, kakao, atau kopi.

Rempah-Rempah
Masakan Filipina memakai beragam jenis varian rempah sehingga berbau harum seperti masakan Thailand dan India. Beberapa jenis rempah yang biasa digunakan dalam masakan Filipina :
·         Jahe
Image result for jahe
Jahe
foto : www.tongkatmaduraasli.com
Di Filipina, jahe biasanya dipakai pada menu berbahan ayam dan ikan sebagai pemberi rasa dan aroma. Untuk prosesnya, jahe bukan diparut tapi dihancurkan dan ditaruh di piring kemudian dibuang sebelum disajikan. Dengan cara inilah, makanan akan menyerap rasa dan aroma rempah-rempah yang kuat.
·         Bawang
Image result for bawang
Bawang Putih, Bawang Merah
foto : prosessehatalami.blogspot.com
Kebanyakan makanan Filipina memakai bawang putih sesuai tradisi masak ala China yang mempengaruhinya. Hasilnya, makanan yang diolah memiliki rasa lebih kuat. Bawang putih umumnya dipakai pada olahan sandwich dan sup. Selain bawang putih, bawang merah juga dipakai untuk menumis dan diawetkan sehingga memberi sensasi rasa pedas. Bawang putih dan bawang merah sering dipakai secara bersama dalam sayuran dan hidangan daging yang sama.
·         Annatto
Image result for annatto
Annatto
foto : www.organicfacts.net
Annatto memiliki warna yang gelap, bentuknya seperti biji merah, punya rasa hambar tapi dianggap bagian dari rempah-rempah. Annatto juga dipakai sebagai alternatif untuk pewarna makanan yang menghasilkan warna merah.
·         Cabai
Image result for cabai
Cabe
foto : http://gumilang.me
Cabai sebatas membumbui hidangan daging, biasanya diolah kari atau dibuat saus. Dua resep tradisional yang menggunakan cabai, adalah cabai pedas ayam Tinola dan sinigang babi.

Nah, sekarang, saya akan bahas tentang makanannya..
1.      Adobo
Image result for adobo
Adobo
foto : http://www.kawalingpinoy.com
Adobo adalah daging yang  dimasak dengan kecap asin dan dipadu dengan kentang. Meskipun memiliki nama yang diambil dari Spanyol, metode memasaknya khas Filipina. Ketika Spanyol menjajah Filipina pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17, mereka menemukan sebuah proses memasak yang kemudian disebut sebagai adobo, bahasa Spanyol untuk bumbu. Biasanya, daging ayam dimasak dalam cuka, bawang putih, daun salam, merica hitam, dan kecap. Bahan paling dasar dari adobo adalah cuka, yang biasanya cuka kelapa, cuka beras, atau cuka tebu. Bahan-bahan lain kadang-kadang dapat digunakan; seperti siling labuyo atau cabai mata burung, paprika merah, minyak zaitun, bawang, gula merah, kentang, atau nanas. Selain ayam, ada juga adobo yang menggunakan daging babi, sapi, dan puyuh. Ada juga varian seafood yang dapat mencakup ikan, udang, dan cumi-cumi atau sotong. Bahkan dapat digunakan untuk memasak sayuran dan buah-buahan, seperti bayam, rebung, terong, dan okra. Bahkan ada versi ular, katak dan jangkrik. Makanan yang satu ini hampir bisa ditemukan di seluruh rumah makan sederhana di pinggiran jalan Filipina. Biasanya makanan ini sering disajikan juga ketika sedang dalam perjalanan ke Filipina dengan pesawat.
2.      Kwek-Kwek
Related image
Kwek-Kwek
foto : https://chefsy.s3.amazonaws.com
Makanan ini terbuat dari telur bebek yang  direbus, kemudian dibalut tepung berwarna oranye dan digoreng hingga renyah. Penjual biasanya hanya menggunakan gerobak kaki lima dan mulai berjualan pada sore hari. Versi lain dari makanan ini adalah tokneneng. Cara membuatnya sama dengan kwek-kwek, hanya saja tokneneng terbuat dari telur ayam. 
3.      Balut
Image result for balut
Balut atau Balot

foto : http://www.bizarrefood.com
Hiiih… kalau yang ini pasti udah pada jijik. Tapi katanya enak(saya sih nggak bakalan mau). Balut adalah telur yang berisi embrio bebek yang hampir sempurna. Jajanan ini sangat sering ditemukan di Asia Tenggara, selain di Filipina, ada juga di Kamboja dan Vietnam. Di Filipina, balut idealnya berumur 17 hari. Sementara itu, orang Vietnam lebih suka balut berusia 19-21 hari. Di pasar tradisional di Manila, Filipina, balut dijual seharga 32 peso atau 7.500 rupiah per butir. Sebelum dimakan, balut direbus utuh terlebih dahulu. Kemudian, bagian atas cangkangnya dipecahkan. Orang Filipina senang menambahkan garam serta campuran cabai, bawang putih, dan cuka ke dalamnya. Sementara itu, orang Vietnam biasa menyantap balut dengan sedikit garam, air jeruk lemon, lada bubuk, dan daun mint Vietnam. Berbeda dengan orang Kamboja, yang hanya menambahkan sedikit campuran air jeruk nipis dan merica bubuk. Setelah cairan di dalam telur dihirup, barulah kemudian cangkangnya dikupas. Tahap ini cukup membutuhkan nyali, karena akan terlihat pembuluh darah dan bulu janin bebek yang mulai tumbuh. Menurut sebagian orang, rasanya sangat enak. Teksturnya dikatakan seperti tulang rawan. Orang Filipina menyantap balut karena diyakini bernutrisi dan memberi kekuatan. Selain direbus dan dibumbui begitu saja, balut juga bisa dibuat menjadi omelet, semur, sate, bahkan isian pastry. Balut dapat ditemukan di toko kaki lima pada malam hari. Makanan ini kadang disajikan dengan bir.
4.      Kinilaw
Image result for kinilaw
Kinilaw
foto : https://petrosabsalon.files.wordpress.com
Kinilaw terbuat dari tuna mentah yang "dimasak" dalam cuka. Biasanya dicampur dengan cabai dan bawang. Mirip sashimi yang ada di Jepang. Makanan satu ini dapat ditemukan hampir di setiap restoran yang ada di Mindanao, terutama di General Santos City di selatan Mindanao.
5.      Chicken Inasal
Image result for chicken inasal
Chicken Inasal
foto : https://centralebacolod.files.wordpress.com
Makanan ini bisa ditemukan hampir diseluruh penjuru sudut Metro Manila. Bisa disebut juga dengan ayam panggang atau bakar, tapi di Bacolod ini bukan sekedar ayam bakar biasa. Daging direndam dalam campuran serai, calamansi (jeruk khas Filipina), garam, merica, dan bawang putih, lalu diolesi dengan minyak achuete (biji annatto). Setiap bagian dari ayam yang dipanggang terdiri dari paa (paha), pecho (payudara), baticulon (tenggorokan), atay (hati), Pakpak (sayap), dan corazon (jantung). Lalu sajian itu sangat enak jika dihidangkan pula bersamaan dengan nasi bawang putih. Dan jangan lupa untuk mencelup daging terlebih dahulu ke dalam minyak jeruk.
6.      Kalderetang
Image result for kalderetang
Kalderetang
foto : http://www.kawalingpinoy.com
Makanan ini merupakan hidangan yang sangat lezat, yang dibuat dengan tomat, cuka pasta dan merica. Kentang dan wortel juga dapat ditambahkan untuk membuat hidangan lebih bergizi. Di Ilocos, sebuah provinsi di utara Filipina, mereka dapat memasak daging kambing dalam berbagai cara (panggang, goreng, dengan sup, dan lain-lain). Tapi dari semua itu, kambing Kalderetang masih favorit.
7.      Pinakbet
Image result for pinakbet
Pinakbet
foto : http://www.kawalingpinoy.com
Pinakbet adalah masakan yang terbuat dari berbagai macam sayuran, seperti pare, okra, cabe ijo, terong, dan kacang panjang. Dan dimasak dengan saos ikan serta dibumbui dengan bawang dan jahe. Oh iya, okra adalah sayuran yang berasal dari Mesir dan sudah mulai dikembangbiakkan diseluruh dunia. Ketika dikunyah, okra akan mengeluarkan saus yang manis dan lengket.
Image result for okra
okra
foto : http://www.medicalnewstoday.com

8.      Bicol Express
Image result for bicol express
Bicol Express
foto : http://www.kawalingpinoy.com
Makanan yang satu ini sangat cocok untuk orang Indonesia karena pedasnya mampu menyaingi makanan-makanan dari negara lain. Bicol express juga sangat mudah ditemukan  hampir diseluruh rumah makan sederhana di Filipina, maupun direstoran cepat sajinya. Bahkan Bicol Express memiliki restorannya sendiri yang bernama Bicol Express. Makanan ini komposisinya terbuat dari strip daging babi dan siling labuyo dan dimasak dengan santan. Katanya, makanan ini benar-benar membuat para penikmatnya akan membelalakan mata ketika menyantap. Sangat pedas.


Mulai ke dessert nih… siap-siap tambah ngiler, hmm

9.      Puto
Image result for puto
Puto
foto : http://www.kusinamasterrecipes.com
Nah, kalau yang ini saya pernah coba bikin. Enak, sih, tapi buatan saya masih amatir. Mungkin, yang aslinya lebih enak. 
Puto ini dari tepung beras dan dimakan dengan kelapa parut. Ada yang putih polos, ada juga yang berwarna pink, kuning, dan hijau. Secara tradisional perlu waktu 3-4 hari untuk membuat kue ini. Terutama agar mendapatkan tekstur dengan pori-pori halus dan aroma wangi yang khas. Namun kini, sudah banyak adonan instan puto yang tersebar di pasaran Filipina. Tinggal ikuti petunjuk dalam kemasannya, dan jadilah puto yang empuk lezat.  Kue yang dikenal dengan sebutan 'rice cake' ini banyak dimodifikasi, baik rasa, bentuk, dan warnanya. Umumnya, puto ditambahkan dengan perasa vanilla, ataupun ubi ungu dan esens pandan untuk menambahkan warna dan rasa. Ada juga yang menambahkan irisan daun pandan juga keju di atasnya.  Di Filipina, puto selalu menjadi makanan favorit dari beragam kalangan. Kue ini pun sering dihidangkan dalam berbagai acara. Makanan ini juga mudah didapat di pasar, kantin, toko kue, hingga mall besar.
10.  Banana-Que
Image result for banana-que
Banana-Que
 foto : http://www.marketmanila.com
Ini merupakan jajanan pinggir jalan yang sangat mudah ditemui di Filipina pada sore hari. Terbuat dari pisang lokal yang disebut saba, dibalut dengan gula kemudian digoreng. Karena penyajiannya menggunakan tusukan seperti barbeque maka disebut Banana-Que atau Banana-Q. Kadang juga menyediakan potongan ubi sebagai pengganti pisang. Barbeque manis ala Filipina ini biasanya disantap oleh penduduk setempat pada sore menjelang malam.
11.  Polvoron
Image result for polvoron
Polvoron
foto : https://lh3.googleusercontent.com
Polvoron adalah roti lembut yang mudah hancur karena dibentuk dari butiran-butiran halus. Roti ini dibuat dari tepung, gula, susu, dan kacang. Menurut Wikipedia, Polvorone adalah jajanan populer di seluruh Spanyol dan daerah bekas jajahannya seperti di Amerika Latin dan Filipina. Secara tradisional jajanan ini sebetulnya disiapkan untuk bulan September hingga Januari tetapi sekarang sudah bisa dinikmati sepanjang tahun.
12.  Halo-Halo
Image result for halo-halo
Halo-Halo
foto : http://www.filipinovillage.com
Terakhir, ini yang paling saya pingin di daftar ini. Dalam bahasa Tagalog, halo berarti campur. Di Indonesia, mungkin ini disebut dengan es campur, tetapi racikan dan komposisi makanan penutup ala Filipina ini lebih kompleks dan bervariasi. Yang menjadi ciri khas, Halo Halo memakai topping es krim dan agar-agar warna-warni yang dipotong dadu. Umumnya Halo Halo memakai topping es krim berwarna menyala yang terbuat ubi ungu. Namun karena dessert ini sudah mulai diadopsi di banyak negara, es krim yang dipakai beragam seperti cokelat, vanila dan strawberry.
Cara membuat halo-halo sangat mudah. Pertama, kacang-kacangan diletakkan di dasar mangkuk atau gelas tinggi sebelum ditutupi dengan es serut. Kacang-kacangan yang biasa dipakai adalah kacang hijau, kacang jogo, kacang arab, atau kacang tanah. Setelah diserut, es dihidangkan dengan tambahan isi yang beraneka ragam, di antaranya: kolang-kaling, pisang, nata de coco, kelapa kopyor, pacar cina, kacang-kacangan dan umbi yang dimasak manis. Di atasnya dituangkan susu kental manis atau susu evaporasi, dan diberi es krim. Sedankan buah-buahan segar yang biasa dipakai adalah nangka, mangga, sawo, pepaya, alpukat, kiwi, melon, dan ceri. Halo-halo juga sering diberi jagung manis, puding karamel, serta jeli dari gelatin atau agar-agar yang diberi warna merah, hijau, atau kuning.

Terima kasih, semoga bermanfaat....

Source :


banyak banget ya hehehe